Review Film Horor Indonesia Ivanna Tahun 2022, Katanya Mirip Danur!

Review Film Horor Indonesia Ivanna Tahun 2022, Katanya Mirip Danur!

Hari ini kita akan membahas mengenai film horor baru dari indonesia dengan nama ”Ivanna”. Ivanna merupakan film yang saat ini sangat membuat para penggemar horor penasaran dengan memberikan kesan yang berbeda dari film-film horor yang ada/ banyak yang beranggapan film ivanna ini memiliki kesamaan dengan film horor terkenal yang berhasil meningkatkan tingkat franchise yaitu “Danur”.

 

Bahas mengenai Danur tentu menjadi sebuah film yang berhasil meraih banyak kesuksesan dengan berhasil menjual franchise ke manca negara seperti Amerika dan Eropa. Namun kali ini Ivanna bukan disutradarai oleh Awi Suryadi melainkan oleh seorang sutradara yang juga bisa dibilang ahli dalam membuat film horor yaitu Kimo Stamboel. Kimo kali ini berhasil menggandeng perusahaan producer Danur Universe untuk membuat sub film dari danur. Ivanna kali ini merupakan film yang diluncurkan dari perusahaan producer yang sama dengan Danur, KKN  di desa penari. 

 

Membahas dunia perfilman indonesia yang makin meningkat dalam masa pandemic membuat banyak tingkat kemajuan dengan dibukanya banyak outlet bioskop dan pelonggaran kebijakan dalam penanganan Covid 19. Banyak penggemar yang saat ini bisa merasakan kelonggaran akibat pandemi dan bisa beraktivitas kembali dengan normal menjadi alasan banyak film-film baru bermunculan.

 

Membahas mengenai Ivanna film baru dari Kimo Stamboel ini sungguh menarik, sebab pada awalnya banyak yang beranggapan film ini hanya biasa jika dilihat dari awal trailer film tersebut. Akan tetapi film ini semakin menarik setelah memunculkan sebuah patung tanoa yang menjadi sebuah tanda tanya bagi penonton sosok peran dari patung itu.

 

Patung tanoa itu tak lain merupakan sosok yang diketahui merupakan roh jahat atau hantu yang mampu melakukan serangan fisik kepada manusia. Sebab umumnya kebanyakan film horor hanya menakuti tidak sampai melakukan kontak fisik. Patung tersebut juga memiliki  kisah yang pilu. Kisah patung itu merupakan seorang gadis Belanda bernama Ivanna Van Dijk yang dipenggal oleh tentara orang jepang. Film ini berawal dari 2 saudara yang melakukan kunjungan untuk nenek mereka di panti jompo.

 

Panti jompo tersebut dipimpin oleh seorang pria bernama Agus dan pacarnya Rina. Panti jompo itu juga hanya berisi 3 orang lansia terdiri dari Nenek Ani, Kakek Farid dan Oma Ida. Oma Ida merupakan sosok yang menjadi nenek dari 2 pemeran utama yaitu Ambar dan Dika. Ambar dan Dika yang pertama kali tiba di panti jompo itu sudah mulai merasakan sesuatu yang aneh atau seperti diiringi rasa ketakutan tanpa alasan.

 

Mereka berdua berhasil  menemukan patung tanpa kepala di bawah ruang bawah tanah panti jompo. Pertemuan patung tanpa kepala itu menjadi awal teror dimulai. Alur film Ivanna cenderung mengarahkan arah hidup sosok gadis belanda itu sendiri. Dalam film ini atau di kebanyakan film horor indonesia selalu menampilkan sosok indigo untuk bisa meng estafet film horor dari awal sampai akhir.

 

Dalam film Ivanna ini sosok yang mampu melihat dan merasakan makhluk halus adalah Ambar. Ambar akan berperan sebagai peran yang menguak kisah hidup dari Ivanna Van Djik. Perbedaan antara film Danur dengan Ivanna sendiri terletak pada Supernatural Horror ke Slasher (Aksi Pembunuhan) yang mana di Danur konsep yang digunakan adalah jumpscare atau hantu yang hanya mengagetkan tokoh. Ivanna lebih banyak menampilkan potongan-potongan dan darah.

 

Sekilas dari review film horor Ivanna, kamu bisa menikmati film Ivanna secara gratis melalui situs nonton streaming online M88 Movie. M88 movie merupakan situs streaming online yang menayangkan semua film terbaru baik lokal maupun internasional secara gratis atau diambil dari internet. M88 Movie juga menyediakan film drama serial indonesia dan Korea. Bagi kamu pecinta drama korea bisa menikmati film korea terbaru baik movie atau serial di M88 Movie. Baca kumpulan artikel terbaik dari semau bidang.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published.